Sabtu, 21 Mei 2011

Bantu Anak Anda Untuk Membuat Blog Pribadi Mereka

blog

Blogging adalah hal yang banyak digunakan oleh orang-orang untuk berbagi informasi dari keadaan di sekitar kita. Dengan demikian, ada baiknya bahwa anak-anak mulai diperkenalkan dengan dunia ini semenjak kecil agar mereka bisa mengikuti perkembangan yang ada.

Pertanyaannya adalah, bagaimana kita sebagai orang tua dapat membantu mereka untuk belajar?

Orang tua yang ingin membantu anak-anak mereka tentu harus mengerti terlebih dahulu apa itu Blogging. Ini memang terdengar membutuhkan banyak waktu dan tidak ada gunanya untuk anda. Tetapi ini harus tetap dilakukan agar anda bisa mengontrol apa yang anak anda lakukan.

Mungkin anda bisa membuat blog gratis seperti Blogger.com atau Wordpress.com.

Hal berikutnya adalah memilih platform yang sesuai dengan kebutuhan anak anda. Apabila anda memiliki beberapa orang anak, anda bisa menggunakan KidBlog.org dimana anda bisa membuat kelas sebesar 20 orang secara gratis, sehingga anda bisa melihat aktivitas mereka di blog tersebut. Atau anda juga bisa menggunakan kidswirl.com untuk anak anda dimana website ini dijaga agar hanya digunakan oleh anak-anak.

Apabila anda ingin mengajarkan kepada anak-anak anda bagaimana cara Blogging, anda bisa masuk ke KidsLearnToBlog.com dan disana terdapat banyak artikel mengenai bagaimana cara seorang anak bisa melakukan blog. Para orang tua juga bisa menemani mereka saat melihat video yang ada didalamnya untuk memudahkan penjelasan dari apa yang di informasikan di website tersebut.

Aktivitas blog ini tentu akan meningkatkan kreativitas seorang anak dimana akan diasah sejak kecil untuk menulis dan menuangkan perasaan mereka. Dan keuntungan lain dari hal ini adalah mereka akan dengan mudah dapat mengikuti perkembangan jaman dan menjadi yang terdepan serta yang terbaik diantara teman-temannya.

Sejak umur berapa sebaiknya anak anda mengenal hal ini? Bisa dimulai dari usia yang sangat muda. Salah satu contohnya adalah TechNewsKids.com dimana dijalankan oleh seorang anak berusia 11 tahun.

Apakah anda siap untuk mengajarkan anak anda bagaimana cara membuat blog untuk mereka?

Menulis di Blog sama dengan Berinvestasi

sarasota-blog-writer-300x300

Menulis di blog sama dengan berinvestasi, apa beda penulis dengan blogger? Sebenarnya, secara substantif keduanya sama saja. Kegiatan mereka sama-sama menulis(*). Yang berbeda hanya sarananya. Blogger menulis di internet (baca: blog), sedangkan penulis bisa di mana-mana; majalah, koran, tabloid, juga internet. Namun secara pragmatis, rata-rata orang beranggapan penulis adalah mereka yang rajin menerbitkan buku dan/atau menulis di media cetak. Sedangkan blogger adalah… hm… kita tentu sudah tahu :)

Kalau yang kita gunakan adalah konteks pragmatis, maka antara blogger dan penulis seperti terdapat jurang yang dalam. Penulis pada umumnya hanya berkonsentrasi dalam menerbitkan buku, atau mengirim tulisan ke media cetak. Mereka beranggapan, inilah cara yang lazim dan sudah semestinya bagi seorang penulis untuk menghasilkan uang. Sementara blogger adalah orang yang menulis di internet hanya karena hobi, untuk bersenang-senang belaka(**).

Itulah sebabnya, kebanyakan penulis (dalam konteks pragmatis) enggan menjadi blogger. Mereka mungkin beranggapan bahwa ngeblog itu hanya membuang-buang waktu. Kalaupun mereka terpaksa ngeblog, kegiatan ini cuma sebagai iseng-iseng belaka, pengisi waktu luang.

Saya sendiri boleh dikatakan sebagai penulis yang ”tanpa sadar telah terjerumus menjadi blogger”. Sejak merintis karir sebagai penulis tahun 1990 lalu, mimpi terbesar saya adalah menjadi sastrawan terkenal seperti Goenawan Muhammad. Dan karena saat itu belum ada internet, tentu aneh bila saya bercita-cita menjadi blogger :-D

Dalam perjalanannya, saya menghadapi berbagai macam kendala untuk mewujudkan mimpi ini (terlalu panjang bila saya ceritakan, tapi saya telah menuliskannya dalam satu bab khusus pada buku ”Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat”;). Lalu tahun 2005, untuk pertama kalinya saya berhasil menerbitkan buku. Pada saat itulah saya berpikir, ”Tentu asyik bila saya mempromosikan buku ini lewat blog.”

Maka, aktivitas utama saya dalam ngeblog ketika itu tak jauh-jauh dari urusan promosi buku. Tapi lama-kelamaan saya ketagihan. Saya mulai ngeblog secara lebih serius, menulis di internet untuk bersenang-senang belaka, menyalurkan hobi menulis. Inilah awal keterjerumusan saya di dunia blog :)

Tanpa saya sadari, aktivitas di blog inilah yang akhirnya membawa saya ke gerbang sukses (walau belum sesukses Pak Tung, tentu saja). Nama saya sebagai penulis mulai dikenal di mana-mana. Saya pernah diundang sebagai trainer kepenulisan di Bank Indonesia, hanya gara-gara panitianya rajin membaca tulisan di blog saya. Ketika saya mendirikan Sekolah-Menulis Online (SMO), banyak sekali teman penulis yang bersemangat untuk mendaftar. Padahal ketika itu, saya baru menerbitkan dua buku, dan dua-duanya gagal di pasaran :-(

Pengalaman ini membuat saya sadar, bahwa menulis di blog ternyata bisa menjadi investasi jangka panjang yang sangat luar biasa! Apa yang saya alami merupakan bukti nyata. Sebagai penulis, nama saya dikenal di mana-mana bukan karena tulisan-tulisan saya di media cetak, melainkan oleh aktivitas ngeblog saya.

Dalam menulis di blog, kita memang tidak mendapat honor, sebagaimana menulis di media cetak. Tapi dengan rajin ngeblog, secara perlahan dan tanpa sadar kita mendapatkan manfaat utama yang bernama 4X (***):

  1. eXistence. Dengan ngeblog, nama kita akan mulai dikenal.
  2. eXperience. Dengan ngeblog, kita akan mendapatkan banyak pengalaman berharga.
  3. eXperiment. Dengan ngeblog, kita akan tumbuh menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Sebab aktivitas ngeblog akan mendatangkan banyak pengalaman berharga, lalu dari pengalaman itu kita belajar, tahu bagaimana cara menulis yang lebih baik, tahu bagaimana cara berdiskusi dan berkomunikasi yang lebih efektif, dan seterusnya).
  4. eXpertise. Ini akan dijelaskan di bawah ini.
  5. Tentu saja, berdasarkan pengalaman tidak semua blogger berhasil mendapatkan keempat hal di atas. Karena itu, kita harus tahu rahasia suksesnya:

    1. Isilah blog Anda dengan tema yang sesuai dengan minat, hobi, dan bakat Anda. Isilah blog Anda dengan tema-tema yang paling Anda kuasai. Jangan menjadi orang lain. Be yourself adalah pilihan terbaik!
    2. Tulisan-tulisan di blog Anda harus menarik dan bermanfaat bagi orang lain. Jangan hanya menarik dan bermanfaat bagi diri sendiri :)
    3. Yang paling penting: Fokuslah pada tema tertentu saja, yakni tema yang…. (lihat poin 1 di atas). Sebab saya sendiri sudah membuktikan (berdasarkan pengalaman):

    4. Ketika kita rajin menulis mengenai A, dan pembaca menyukainya, maka secara otomatis kita akan mendapat julukan sebagai pakar di bidang A.

      Nah, inilah penjelasan yang saya janjikan pada poin eXpertise di atas :)
    5. Dan tentu saja, Anda harus rajin mempromosikan tulisan tersebut lewat berbagai media di internet (milis, newsletter, Facebook, Twitter, dan sebagainya). Tapi tentu saja, cara berpromosinya harus elegan, tidak mengganggu privasi orang lain, dan tidak bersifat SPAM.
    6. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam Sukses!

      Jonru

      Keterangan:

      (*) Memang ada juga blogger yang mengisi blognya dengan konten-konten selain tulisan (misalnya foto), tapi ini kita anggap saja perkecualian.

      (**) Yang saya tulis ini adalah ”definisi” blogger dalam pandangan para penulis (konteks pragmatis). Faktanya, tentu tiap blogger punya konsep dan tujuan yang berbeda-beda.

      (***) Konsep 4X ini saya sadur dari sebuah makalah karya Donny BU.

      Sumber foto: http://sarasotawordpress.com/wp-content/uploads/2009/07/sarasota-blog-writer-300×300.jpg

      Artikel Menulis di Blog sama dengan Berinvestasi ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

      Kamis, 19 Mei 2011

      Rencana Menjadi Kaya

      Rencana Menjadi KayaJika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan arsitek itu bersama anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, mereka tidak pernah mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana, mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya. Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya. Dan biasanya orang menyebut itu rencana menjadi kaya

      Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja akan sulit sekali untuk menjadi kaya.

      Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter, pesawat jet perusahaan, rumah- rumah mewah.

      Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin. Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki “Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang”. Dengan kata lain mereka merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.

      Saya membutuhkan kecepatan.” Kata Tom Cruise dalam Film Top Gun.

      Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya.

      Berikut adalah beberapa ide tentang cara untuk membangun rencana yang lebih cepat:

      1. Pilih strategi keluar anda terlebih dahulu

      Kita harus mulai dari yang akhir, seperti yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Jadi kita harus menentukan dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun. Kemudian dalam logika saya sendiri maka kita harus;

      2. Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan kita mencapai impian tersebut, Let It Go! (masih ingat cerita saya tentang monyet di beberapa artikel yang lalu?)

      3. Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama atau belajar kepada orang tersebut.

      4. Gunakan faktor kali atau leverage.

      Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact, Expertise) dari orang lain.

      Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda?

      Semoga bermanfaat. Salam Dahsyat!

      Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

      bekerja untuk menjadi kaya (2), passive income (1)

      Artikel Rencana Menjadi Kaya ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

      Senin, 16 Mei 2011

      FOKUS

      fokusMenurut Robert Kiyosaki orang-orang yang seimbang tidak melangkah kemanapun. Mereka tetap disatu titik. Jika anda melihat seseorang yang sukses, pada awalnya mereka tidak seimbang. Untuk membuat kemajuan, anda pertama-tama harus membuat jadi tidak seimbang. Lihatlah bagaimana anda berjalan untuk maju, pertama berat badan anda kedepan dan tidak seimbang, baru anda bisa maju.

      Thomas Edison tidak seimbang. Dia fokus. Bill Gates tidak seimbang. Dia focus. Donald Trump fokus. George Soros fokus, George Patton tidak membawa tank-tanknya menjauh. Dia memfokuskan mereka dan meledak di titik-titik lemah dalam perbentengan Jerman.

      Jika anda mempunyai hasrat apapun untuk menjadi kaya, anda harus fokus. Taruh banyak telur anda dalam satu keranjang. Jangan melakukan apa yang dilakukan oleh orang miskin dan kelas menengah, menaruh telur mereka yang sedikit kedalam banyak keranjang. Jika anda berumur 25 tahun lebih dan sangat ngeri untuk mengambil risiko, jangan berubah mainkanlah dengan aman, lakukan investasi yang seimbang tapi mulailah sejak dini. Mulailah mengumpulkan sarang telur anda sejak dini. Karena kalau kita seimbang, hal ini membutuhkan waktu.

      Saya pribadi menyarankan investasi berisiko saya sesuaikan dengan umur dan tingkat keberanian mengambil risiko.

      SISTEM UMUR & KATEGORI KEBERANIAN

      (Misal kita sisihkan sejumlah uang & kita anggap)

      Tingkat Keberanian Ambil Resiko

      Umur

      Agresif

      Sedang

      Konservatif

      Aman

      Sedang

      Cepat

      Aman

      Sedang

      Cepat

      Aman

      Sedang

      Cepat

      20-30

      20%

      40%

      40%

      30%

      35%

      35%

      40%

      30%

      30%

      30-40

      30%

      35%

      35%

      40%

      30%

      30%

      50%

      25%

      25%

      40-50

      40%

      30%

      30%

      50%

      25%

      25%

      60%

      20%

      20%

      50-90

      50%

      25%

      25%

      60%

      20%

      20%

      70%

      15%

      15%

      Note:

      * Aman : Investasi dengan kemungkinan berhasilnya 95% keatas dan tingkat returnnya 15% kebawah/th.

      ** Sedang : Investasi dengan kemungkinan berhasilnya 70% - 95% dan tingkat returnnya 15% - 100%/th.

      *** Cepat : Investasinya dengan kemungkinan berhasilnya 70% kebawah dan tingkat returnnya 100% keatas/th.

      Contoh :

      Bila kita umur 30 Th dengan tingkat keberanian ambil risiko “Berani/agresif” maka alokasi investasi kita 20% masuk deposito/reksadana pendapatan tetap/emas. 40% masuk ke reksadana campuran (50% pendapatan tetap, 50% saham) atau ke properti. 40% masuk ke saham.

      Sedang semisal umur 70 Th sudah pasti walau kita termasuk orang “agresif/berani” kita tidak diharapkan ambil risiko terlalu besar. Minimal 50% investasi kita harus masuk yang aman. Maksimal 25% masuk ke “sedang” dan Maksimal 25% masuk ke “cepat”.

      Berinvestasilah sesuai dengan umur dan keberanian anda mengambil risiko, tapi tetaplah berinvestasi. Dan investasi pertama yang paling penting adalah investasi ke dalam pendidikan anda bagaimana cara bisnis dan berinvestasi.

      Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

      fokus bisnis tdwclub (1), investasi di emas 40% deposito 20% reksadana 30 % (1), tung desem (1)

      Artikel FOKUS ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

      Perbedaan Pengertian Resiko Dengan Beresiko

      resiko dan beresiko

      Salah satu langkah untuk menemukan jalur cepat finansial anda, mengetahui perbedaan antara risiko dan berisiko.

      (Robert T. Kiyosaki)

      Keterangan :

      Sering orang mengatakan bahwa bisnis dan investasi adalah berisiko. Menurut Robert Kiyosaki bisnis dan investasi adalah tidak berisiko, yang berisiko adalah tidak mempunyai pengetahuan.

      Menurut saya pribadi, risiko adalah konsekuensi negatif yang selalu ada dalam setiap tindakan ataupun setiap hal. Contohnya ketika anda duduk membaca artikel ini selalu ada konsekuensi negatifnya, entah besar atau kecil. Misalnya, konsekuensi besar walaupun kemungkinannya kecil, anda kejatuhan helicopter dan meninggal mendadak. Konsekuensi kecil misalnya sebelah anda kentut sedemikian sehingga anda mencium bau tidak enak.

      Sedangkan berisiko menurut saya adalah konsekuensi negatif yang kombinasi antara besar kerugian dan besar kemungkinan terjadinya tidak bisa kita terima. Contohnya, misalkan kita memulai bisnis dengan menjual semua asset kita dan harus menjual semua harta kita dan masih hutang US$ I juta (9 milyar rupiah) kepada preman/mafia yang mengancam akan membunuh keluarga kita (bila kita tidak mengembalikan tepat waktu) ke dalam bisnis yang sama sekali kita tidak tahu dengan team yang sama sekali baru. Bisnis ini bagi kita berisiko. Tetapi semisal yang memodali adalah Bill Gates (Pemilik Microsoft) maka bagi Bill Gates bisnis 1-2 juta US$ adalah tidak berisiko, walaupun kemungkinan berhasil bisnisnya sangat kecil. Kenapa? Karena Bill Gates menyumbang 1 Milyar US$ untuk Aids saja tidak apa-apa. Jadi misalnya bisnis tadi bangkrut pun tidak berisiko bagi Bill Gates. Tetapi bagi orang yang menjual semua dan masih hutang kepada preman/mafia, maka bisnis tersebut adalah berisiko.

      Dikatakan oleh Robert Kiyosaki “Saya sangat prihatin bahwa terlalu banyak orang menaruh perhatian pada uang bukan pada kemakmuran mereka yang terbesar yakni pendidikan mereka.” Intelegensi memecahkan masalah dan menghasilkan uang. Uang tanpa disertai intelegensi finansial akan segera habis.

      Kita tentu pernah mendengar kisah tentang orang miskin yang memenangkan undian atau mendapatkan warisan hingga langsung kaya. Tapi dalam beberapa tahun kemudian mereka kembali miskin. Kenapa? Karena mereka tidak memiliki kebiasaan serta pengetahuan yang cukup untuk mempertahankan atau bahkan mengembangkan kekayaannya.

      Jadi, sungguh berisiko apabila orang tidak meluangkan uang, waktu, tenaga serta pikiran untuk terus belajar bagaimana mencari, mengelola dan mengembangkan uang.

      Saran saya, daftar seminar yang menambah ilmu anda disini sekarang juga sebelum kehabisan..!!

      Pengertian Hutang yang Baik, Hutang yang Jelek

      Setiap kali berhutang uang kepada seseorang, kau menjadi pegawai uang mereka.

      (Robert T. Kiyosaki)

      Keterangan :

      Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah selalu buruk. Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah bisa membuat kita menikmati kenikmatan yang tadinya tidak terjangkau. Robert Kiyosaki dengan tajam menjelaskan tentang hutang yang baik dan hutang yang buruk.

      Hutang yang baik adalah hutang yang dibayarkan orang lain untuk kamu. Hutang yang buruk adalah hutang yang kamu bayar dengan keringat serta darah kamu sendiri.

      Kalau seseorang mengambil pinjaman berjangka waktu 20 tahun maka dia akan menjadi pegawai selama 20 tahun. Dan tidak seperti bekerja di kantor, mereka tidak memberinya jam emas ketika hutangnya lunas atau dia pensiun.

      Apakah hutang untuk bisnis (modal kerja, investasi,dll) = baik, sedangkan hutang konsumtif (beli mobil, rumah, tour keluar negeri) = jelek? Dua-dua jawabannya adalah belum tentu.

      Dari definisi Robert Kiyosaki diatas, hutang bisnis bisa jadi jelek bila kita sendiri yang harus berkeringat dan mandi darah untuk membayarnya.

      Hutang bisnis menjadi baik ketika kita mempunyai sistem dan team/orang yang membayar. Demikian juga ayah kaya dari Robert Kiyosaki sangat menyukai properti sewaan. Ia mendorong Robert Kiyosaki untuk mempunyai properti sewaan karena bank memberi pinjaman dan yang membayar adalah penyewa properti.

      Banyak orang menganggap bahwa jurus Robert Kiyosaki yang ini tidak dapat dipraktekkan di Indonesia, tapi saya pribadi melihat banyak pengusaha yang menggunakan jurus ini. Mulai dari pengusaha kecil seperti pengusaha mesin fotocopy yang membuka cabang fotocopy, salon, yang mempunyai sistem dan team yang bekerja untuk mereka. Sedemikian sehingga sistem dan team yang membayar hutang bisnis dan properti yang ditempatinya. Demikian juga pengusaha besar seperti Bank, Hotel, Mall, melakukan dengan cara yang sama.

      Hutang konsumtif bisa baik ketika kita sudah mempunyai pasif income atau peternakan uang yang membayarnya. Jadi boleh saja kita mempunyai hutang rumah, mobil, selama penghasilan kita dari Bisnis dan Investasi (sisi kanan cashflow kuadrant) lebih dari cukup untuk membayarnya.

      Kalau anda siap belajar untuk bertanggung jawab untuk masa depan keuangan kita sendiri, daftar sekarang juga seminar disini sebelum kehabisan!!

      Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

      pengertian hutang (61), pengertian utang (39), pengertian utang usaha (10), hutang adalah (10), pengertian hutang bank (8), pengertian utang biaya (6), hutang baik hutang buruk (6), definisi utang (5), apa itu hutang (4), pengertian hutang biaya (4)

      Pengertian Hutang yang Baik, Hutang yang Jelek

      Setiap kali berhutang uang kepada seseorang, kau menjadi pegawai uang mereka.

      (Robert T. Kiyosaki)

      Keterangan :

      Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah selalu buruk. Ada orang mengartikan bahwa hutang adalah bisa membuat kita menikmati kenikmatan yang tadinya tidak terjangkau. Robert Kiyosaki dengan tajam menjelaskan tentang hutang yang baik dan hutang yang buruk.

      Hutang yang baik adalah hutang yang dibayarkan orang lain untuk kamu. Hutang yang buruk adalah hutang yang kamu bayar dengan keringat serta darah kamu sendiri.

      Kalau seseorang mengambil pinjaman berjangka waktu 20 tahun maka dia akan menjadi pegawai selama 20 tahun. Dan tidak seperti bekerja di kantor, mereka tidak memberinya jam emas ketika hutangnya lunas atau dia pensiun.

      Apakah hutang untuk bisnis (modal kerja, investasi,dll) = baik, sedangkan hutang konsumtif (beli mobil, rumah, tour keluar negeri) = jelek? Dua-dua jawabannya adalah belum tentu.

      Dari definisi Robert Kiyosaki diatas, hutang bisnis bisa jadi jelek bila kita sendiri yang harus berkeringat dan mandi darah untuk membayarnya.

      Hutang bisnis menjadi baik ketika kita mempunyai sistem dan team/orang yang membayar. Demikian juga ayah kaya dari Robert Kiyosaki sangat menyukai properti sewaan. Ia mendorong Robert Kiyosaki untuk mempunyai properti sewaan karena bank memberi pinjaman dan yang membayar adalah penyewa properti.

      Banyak orang menganggap bahwa jurus Robert Kiyosaki yang ini tidak dapat dipraktekkan di Indonesia, tapi saya pribadi melihat banyak pengusaha yang menggunakan jurus ini. Mulai dari pengusaha kecil seperti pengusaha mesin fotocopy yang membuka cabang fotocopy, salon, yang mempunyai sistem dan team yang bekerja untuk mereka. Sedemikian sehingga sistem dan team yang membayar hutang bisnis dan properti yang ditempatinya. Demikian juga pengusaha besar seperti Bank, Hotel, Mall, melakukan dengan cara yang sama.

      Hutang konsumtif bisa baik ketika kita sudah mempunyai pasif income atau peternakan uang yang membayarnya. Jadi boleh saja kita mempunyai hutang rumah, mobil, selama penghasilan kita dari Bisnis dan Investasi (sisi kanan cashflow kuadrant) lebih dari cukup untuk membayarnya.

      Kalau anda siap belajar untuk bertanggung jawab untuk masa depan keuangan kita sendiri, daftar sekarang juga seminar disini sebelum kehabisan!!

      Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

      pengertian hutang (61), pengertian utang (39), pengertian utang usaha (10), hutang adalah (10), pengertian hutang bank (8), pengertian utang biaya (6), hutang baik hutang buruk (6), definisi utang (5), apa itu hutang (4), pengertian hutang biaya (4)